Minggu, 16 September 2012

BAB VI IPS KELAS VIII SEM 1


BAB VI
PROSES TERBENTUKNYA KESADARAN NASIONAL, IDENTITAS INDONESIA, DAN PERKEMBANGAN PERGERAKAN KEBANGSAAN INDONESIA

Perkembangan Pendidikan Dan Munculnya Kesadaran Nasional
Perubahan yang Terjadi karena Pengaruh Kekuasaan Kolonial  :
Perubahan Politik : “ Banyak wilayah kerajaan yang diambil alih oleh Pemerintah Kolonial”
Perubahan ekonomi : “ Pendapatan yang diperoleh pejabat pribumi menjadi kecil karena mereka menjadi pejabat Pemerintah Kolonial”
Perubahan Sosial : “ Turunnya derajat kehormatan penguasa pribumi”
Perubahan Budaya : “Mulai rusaknya tradisi kehidupan masyarakat Indonesia”
Pengaruh Lain dari Perluasan Kekuasaan Kolonial :
Munculnya Politik Etis (Politik balas budi dari pihak Belanda)
a. Tokoh pelopornya adalah Van de Venter (dari kalangan liberal).
b. Tujuan Politik Etis :
Edukasi (menyelenggarakan pendidikan)
Irigasi (menyediakan sarana dan jaringan pengairan)
Transmigrasi (perpindahan penduduk)
Ketiga tujuan tersebut sering disebut dengan istilah “Trias Van de Venter”
c. Sisi Positif Politik Etis :
Munculnya golongan terpelajar sebagai pelopor perlawanan politik dan nasionalisme Indonesia
d. Sisi Negatif Politik Etis :
Kuatnya system feodal di Indonesia, karena sebagian pelajar Indonesia dalam menempuh pendidikan hanya ingin meningkatkan status sosial belaka
Pendidikan Kolonial :
Tujuan Pemerintah Kolonial menyelenggarakan pendidikan adalah untuk mencetak pegawai terdidik dan terampil di kantor dan di perkebunan.
Adapun sekolah-sekolah yang didirikan oleh Belanda untuk bangsa pribumi antara lain :
Volkschool (Ra’jat School/Sekolah Rakyat). Pendidikan berlangsung selama 3 tahun untuk kalangan bawah yang ditekankan pada kegiatan baca, tulis, hitung.
Holand Inlandsche School (HIS)/Sekolah Dasar. Berlangsung selama 7 tahun untuk kalangan menengah.
Meer Uitgebreid Lagere Onderwijs (MULO) setingkat SMP untuk kalangan menengah
Algemeene Middlebare School (AMS) setingkat SMA untuk kalangan menengah
Hogere Burger School (HBS) selama 5 tahun untuk kalangan atas
School Tot Opleiding Van Inlandsche Aartsen (STOVIA) setingkat Pendidikan tinggi bidang kedokteran
Selain sekolah-sekolah di atas ada juga sekolah–sekolah yang didirikan oleh golongan pribumi antara lain :
Perguruan taman Siswa yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara tahun 1920 yang bertujuan untuk membentuk jiwa kebangsaan
Perguruan Kayu Tanam yang didirikan oleh Moch Syafe’I tahun 1926 yang bertujuan menyiapkan para pemuda untuk mengabdi pada kepentingan bangsa
Perguruan Kesatrian yang didirikan oleh Dowes Decker pada tahun 1924 yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa kebangsaan dan percaya diri sebagai manusia merdeka.


Pendidikan Islam
Jenis Pendidikan Islam :
Pendidikan di Langgar/Surau yang dipimpin oleh amil, Modin, dan Lebai
Pendidikan Pesantren yang dipimpin oleh Kiyai
Pendidikan Madrasah yang terdiri dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) , Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA)
Pengaruh Pendidikan Islam Terhadap Munculnya Nasionalisme Indonesia:
Pengaruh pendidikan Islam terhadap munculnya nasionalisme Indonesia ditandai oleh :
Munculnya tokoh-tokoh pejuang muslim diantaranya K.H. Ahmad Dahlan, Abdullah ahmad, Syekh M. Jamil Jambek, H. Zaenuddin Labai, dan K.H. Hasyim Asy’ari.
Sebagian besar pondok pesantren, madrasah, maupun surau dijadikan pusat komando perang

Peran Berbagai Golongan Dan Pembentukan Identitas Nasional
Peran Golongan Terpelajar :
Mengubah pandangan lama yang bersifat kedaerahan dengan pandangan  baru yang bersifat nasional.
Peran Golongan Profesional :
Peran Guru :
Mendayagunakan pendidikan sebagai ajang penggemblengan para putera bangsa dengan cara mendirikan perguruan kebangsaan. Kegiatan ini dipelopori oleh K.H. Dewantara, Moch. Syafe’I  dan Dowes Decker.
Peran Pedagang :
Memperjuangkan kepentingan pribumi yang selanjutnya lebih mengarah pada perjuangan untuk lepas dari kolonialisme. Kegiatan ini dipelopori oleh Kiyai H. Samanhudi
Peran Pers :
Mengkampanyekan, mempropagandakan program-program organisasi, pandangan tentang nasionalisme Indonesia, serta kritik terhadap kebijakn Pemerintah Kolonial
Mempelopori munculnya pers di Indonesia seperti Pers Budi Utomo, Pers Syarikat Islam, Pers Indische Partij, dan Pers Perhimpunan Indonesia.
Peran Wanita :
Peran Golongan Wanita :
Mengangkat derajat wanita dan melawan tradisi yang mengekang. Kegiatan ini dipelopori oleh Kartini di Jepara, Dewi Sartika di Bandung, dan Maria W. Maramis di Gorontalo.

Munculnya Kesadaran Nasional
Lahirnya Nasionalisme Indonesia
Lahirnya nasionalisme Indonesia dilatarbelakangi oleh  hal-hal sebagai berikut :
Kalangan terpelajar dari berbagai daerah menyadari persamaan nasib sebagai jajahan Belanda
Persamaan nasib itu kemudian memunculkan tekad untuk merdeka sebagai satu bangsa
Organisasi Etnik
Golongan pemuda membentuk organisasi yang anggotaya berasal dari daerah yang sama diantaranya :
Jong ambon (1918)
Jong Minahasa (1919)
Sarekat Pasundan (1914)
Perserikatan Madura (1920)
Perkumpulan Kaum Betawi
Organisasi Kedaerahan
Tri koro Darmo (tiga tujuan Mulia)
Organisasi ini  dibentuk tanggal 7 Maret 1915 di Gedung STOVIA Jakarta dan dipelopori oleh R. Satiman Wiryosanjoyo, Kadarman, dan Sunardi. Adapun tujuan dari organisasi ini adalah :
Menjalin persahabatan diantara murid-murid bumi putera pada sekolah menengah dan sekolah kejuruan
Meningkatkan pengetahuan umum bagi anggotanya
Meningkatkan pengetahuan bahasa dan kebudayaan Hindia
Jong Java
Organisasi ini didirikan pada tanggal 12 Juni 1918 diketuai oleh Samsurijal. Adapun tujuan dari organisasi ini antara lain :
Mengadakan kerja sama yang baik dengan murid-murid sekolah menengah
Berusaha meningkatkan pengetahuan dan kecerdasan anggota
Menanamkan rasa cinta terhadap budaya sendiri
Jong Sumatera Bond
Organisasi ini didirikan pada tanggal 9 Desember 1917 dan dipelopori oleh Moch. Hatta dan Moch. Yamin. Adapun tujuan dari organisasi ini adalah :
Mempererat hubungan diantara pemuda-pemuda yang berasal dari sumatera
Mendidik para pemuda untuk menjadi pemimpin bangsa
Mempelajari dan mengembangkan budaya yang ada di Sumatera



Organisasi Keagamaan
Jong Islamiten Bond
Organisasi ini didirikan pada tanggal 1 Januari 1925 di Jakarta diketuai oleh Raden Sam dan sebagai penasehatnya K.H. Agus Salim. Adapun tujuan dari organisasi ini adalah untuk mempererat persatuan di kalangan pemuda Islam
Muhammmadiyah
Organisasi ini didirikan pada tanggal 18 Nopember 1912 oleh K.H. Ahmad Dahlan di Yogyakarta. Adapun tujuan dari organisasi ini  adalah :
Mengembalikan ajaran Islam sesuai dengan sunah Rosul
Memberantas kebiasaan-kebiasaan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam
Meningkatkan pengetahuan agama di kalangan para anggotanya
Nahdatul Ulama (NU)
Organisasi ini didirikan pada tanggal 31 Januari 1926 di Jawa Timur. Adapun tujuannya adalah untuk mencerdaskan umat Islam dan menegakkan syari’at Islam.
Persatuan Umat Islam (PUI)
Persatuan Umat Islam merupakan kelanjutan dari dua perkumpulan Islam, yaitu Perikatan Ulama Islam dan AlIttihadul Islamiyah. Adapun tujuan dari organisasi ini adalah mengupayakan terlaksananya syariat Islam menurut paham Ahlussunah wal jama’ah
Al Jamilatul Wasilah
Organisasi ini didirikan pada tahun 1930 di Medan oleh H. Abdurrahman Syihab, Prof. Mahmud Yunus. Dan H. M. Arsyad Thalib Lubis

Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia
Budi Utomo
Budi Utomo dirintis oleh upaya Dr. Wahidin Sudiro Husodo yang didirikan pada tanggal 20 Mei 1908. Tanggal tersebut selanjutnya dikenang sbagai Hari Kebangkitan Nasional. Tokoh pendiri dari organisasi ini adalah para mahasiswa STOVIA seperti Dr. Sutomo, gunawan, Cipto Mangunkusumo, dan R.T. Ario Tirtokusumo. Pada mulanya Budi Utomo bukan organisasi politik . Kegiatannya terpusat pada bidang sosial dan budaya. Sejak tahun 1915 Budi Utomo mulai bergerak di bidang politik. Pada tahun 1929 Budi Utomo masuk menjadi anggota PPPKI (Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia). Pada tahun 1935 Budi Utomo begabung dengan PBI (Persatuan Bangsa Indonesia) yang dipimpin oleh Dr. Sutomo. Penggabungan (fusi) ini membentuk organisasi baru bernama Parindra (Partai Indonesia Raya)
Sarekat Islam (SI)
Padatahun 1909, Kiyai Haji Samanhudi, sauagar batik dari Solo mendirikan Sarekat Dagang Islam (SDI). Tujuan dari organisasi ini adalah membela kepentingan pedagang Islam dari ancaman dan dominaasi pedagang Cina serta meningkatkan pengamalan ajaran Islam di antara para anggota.Pada tahun 1911 SDI berubah nama menjadi Sarekat Islam SI). Tokoh SI antara lain adalah H.O.S  Tjokroaminoto, H. Agus Salim, Abdul Moeis, Suryopranoto. Sejak tahun 1917, terjadi perpecahan dalam tubuh SI, dengan adanya SI putih yang tetap setia kepada organisasi SI dan SI merah yang cenderung ke arah komunis. Dan pada tahun 1921, SI Merah memisahkan diri menjadi PKI.. Pada mulanya SI merupakan organisasi bercorak ekonomi dan agama. Kemudian coraknya beralih menjadi politik, yang ditandai dengan perubahan nama menjadi Prtai Sarekat Islam (PSI) lalu berubah lagi menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII).
Indische Partij (IP)
Organisasi ini didirikan pada tahun 1912 di Bandung oleh tiga serangkai (Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo, K.H. Dewantara). IP bertujuan untuk menyatukan semua golongan  masyarakat Indonesia dalam semangat nsionalisme menuju Indonesia merdeka. Adapun Program dari IP antara lain :
Menanamkan cita-cita persatuan nasional Indonesia
Memberantas kesombongan sosial
Memberantas segala bentuk tindakan yang membangkitkan kebencian antar agama dan ras
Memperkuat pengaruh Indonesia
Menyerukan perbaikan ekonomi
Muhammadiyah
Organisasi ini didiikan oleh K.H. Ahmad dahlan pada tanggal 18 Nopember 2912 di Yogyakarta. Adapun tujuan organisasi ini adalah untuk mengembangkan ajaran agama Islam, memberantas kebiasaan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, dan memajukan pemahaman ilmu agama Islam di antara para anggota.
Perhimpunan Indonesia (PI)
PI berasal dari organisasi pelajar Indonesia bernama Indische Vereneging yang didirikan pada tahun 1908. Pada tahun 1925 Indische Vereneging berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia. Tokoh PI antara lain Moch. Hatta, Ali Sostroamijoyo, , Abdul Majid Joyoadiningrat, Iwa Kusumasumantri, Sastro Mulyono, Sartono, Gunawan Mangunkusumo,, dan Nazir Datuk Pamuncak. Adapun Program PI antara lain :
Berjuang untuk memperoleh suatu pemerintahan yang hanya bertanggung jawab kepada rakyat Indonesia
Menghimpun persatuan nasional untuk kemerdekaan Indonesia
Partai Komunis Indonesia (PKI)
PKI didirikan pada tanggal 23 Mei 1920. Adapun tokoh-tokohnya antara lain : Semaun, alimin, Darsono, dan Tan Malaka.
Partai Nasional Indonesia (PNI)
PNI didirikan pada tanggal 4 Juli 1927 di Bandung oleh Ir. Soekarno. PNI bertujuan untuk mencapai Indonesia merdeka dengan usaha sendiri. Ideologi PNI disebut Marhaenisme.. Adapun program PNI Antara lain :
Bidang politik :
Memperkuat rasa kebangsaan dan persatuan Indonesia
Menyebarkan pengetahuan tentang sejarah nasional
Menuntut kemerdekaan pers dan berserikat
Bidang ekonomi :
Membentuk tata perekonomian yang melibatkan rakyat kecil
Mengusahakan pembentukan koperasi
Bidang Sosial :
Memajukan pengajaran untuk rakyat kecil
Meningkatkan kedudukan kaum wanita
Memperhatikan kepentingan buruh dan tani
Persatuan Bangsa Indonesia (PBI)
PBI berawal dari kelompok belajar bernama Indonesiche Studie club yang didirikan  oleh Dr. Sutomo pada tahun 1924 di Surabaya. Pada bulan Nopember 1930 kelompok ini berubah nama menjadi PBI. Kegiatan PBI menitikberatkan pada usaha memperbaiki kesejahteraan rakyat. Usahanya adalah mendirikan rukun tani, menggalakan koperasi, membentuk sarikat kerja, meningkatkan pengajarn dan pendidikan rakyat. Pada tahun 1935, PBI dan budi Utomo bergabung membentuk Parindra.
Gabungan Politik Indonesia (GAPI)
GAPI didirikan pada tanggal 21 Mei 1939 di Jakarta. Tokoh GAPI antara lain Muhammad Husni tamrin, Amir Syarifudin, dan Abikusno Cokrosuyoso. Adapun program GAPI antara lain :
Hak menentukan nasib sendiri
Persatuan nasional seluruh rakyat Indonesia yang berdasarkan kerakyatan dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial


Manifesto Politik 1925
Pada tahun 1925 Sukiman Wiryosanjoyo mengeluarkan keterangan asas yang dianggap manifesto politik yang isinya sebagai berikut :
Hanya Indonesia yang bersatu dapat mematahkan kekuasaan penjajah
Peran serta seluruh rakyat adalah syarat mutlak untuk mencapai tujuan
Corak politik penjajah untuk mengaburkan dan menutup anasir yang berkuasa harus dibalas oleh bangsa Indonesia
Usaha Normalisasi hubungan jiwa dan materil harus dilakukan sungguh-sungguh
Kongres Pemuda 1928
Kongres Pemuda I
Kongres Pemuda I ini dilaksanakan pada tanggal 30 April sampai tanggal 2 Mei 1926 di Jakarta. Kongres Pemuda I menghasilkan keputusan-keputusan sebagai berikut:
Menyiapkan Kongres Pemuda Indonesia II
Menyerukan persatuan berbagai organisasi pemuda dalam satu organisasi  pemuda Indonesia
Kongres Pemuda II
Kongres Pemuda II berlangsung pada tanggal 27-28 Oktober 1928.. kongres Pemuda II menghasilkan suatu ikrar yang disebut Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda merupakan salah satu puncak pergerakan nasional. Untuk mengenang peristiwa itu, setiap tanggal 28 Oktober diperingati sebagi Hari Sumpah Pemuda.

Kongres Wanita
Organisasi Wanita terdiri dari :
Putri Mardika (di Jakarta tahun 1912)
Kautamaan Istri (di Tasikmalaya tahun 1913)
Kartini Fonds (Jakarta, bogor, Cirebon, Semarang, Madiun, Surabaya)
Rahena Kudus (Kota Gadang, Sumatra Barat tahun 1914)
Aisyiah (1917)
Kongres Wanita I
Hasil terpenting dari kongres Wanita I adalah  terbentuknya perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia (PPPI) yang kemudian berubah nama menjadi Perserikatan Perkumpulan Istri Indonesia (PPII)
Kongres Wanita II (1920)
Hal-hal yang dibahas dalam kongres wanita II antara lain :
masalah buruh wanita
usaha memberantas buta hurup
sikap netral terhadap agama
usaha menanamkan semangat kebangsaan
menjadikan kongres perempuan Indonesia sebagai badan tetap


SOAL-SOAL LATIHAN BAB VI

Isilah titik-titik di bawah ini!
Politik balas budi dari pihak belanda disebut……..
Ketiga tujuan Politk etis disebut dengan istilah……….
Sekolah tinggi kedokteran Belanda disebut……..
Perguruan taman Siswa didirikan oleh……….
Sekolah kebangsaan yang didirikan oleh Moch. Syafe’I adalah………..
Sekolah kebangsaan yang didirikan oleh Dowes Dekker disebut……….
Jenis pendidikan madrasah terdiri dari………,………..,……….
Tokoh dari golongan pedagang yang memperjuangkan kepentingan bangsa pribumi adalah……….
Tokoh-tokoh wanita yang memperjuangkan derajat wanita antara lain……….,……….,……….
Organisasi wanita yang didirikan di Tasikmalaya pada tahun 1913 disebut……….
Organisasi wanita yang merupakan bagian dari Muhammadiyah disebut……….
Kongres Perempuan II dilaksanakan pada tahun……….di……….
Setiap tanggal 28 Oktober diperingati sebagai hari………..
Tokoh pendiri organisasi Muhammadiyah adalah………..
Organisasi kedaerahan yang mempunyai arti tiga tujuan mulia adalah………..
Tokoh perintis organisasi budi Utomo………..
Organisasi pergerakan yang didirikan oleh Kiyai Samanhudi disebut……….
Sarikat Islam Merah berubah menjadi organisasi……….
Tokoh yang dijuluki tiga serangkai adalah……….,………..,………..
Ideologi PNI disebut…….
Organisasi setingkat DPR pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda disebut………..
Tokoh yang membentuk Fraksi Nasional di Volksraad adalah……….
Pencipta lagu Indonesia Raya adalah………..
Kongres Pemuda II menghasilkan suatu ikrar yang disebut……..
Tokoh Pendiri NU adalah….

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan tepat!
Jelaskan Perubahan politik akibat pengaruh kekuasaan kolonial Belanda!
Sebutkan 3 tujuan Politik Etis! Jelaskan!
Sebutkan sekolah-sekolah yang didirikan oleh Pemerintah Kolonial Belanda!
Sebutkan sekolah-sekolah kebangsaan yang didirkan oleh kaum pribumi!
Sebutkan 2 pengaruh pendidikan Islam terhadap munculnya nasionalisme Indonesia!
Jelaskan peran guru dalam pembentukan idenstitas nasional!
Jelaskan peran pedagang dalam pembentukan idenstitas nasional!
Jelaskan peran pers dalam pembentukan idenstitas nasional!
Jelaskan peran golongan pelajar dalam pembentukan idenstitas nasional!
Sebutkan 5 jenis organisasi etnik pemuda beserta tahun berdirinya!
Sebutkan tiga jenis tujuan Tri Koro Darmo!
Sebutkan tujuan dari organisasi Muhammadiyah!
Sebutkan isi Manifesto Politik 1925!
Sebutkan keputusan-keputusan dalam Kongres Pemuda 1928!
Sebutkan keputusan-keputusan dalam Kongres Perempuan I!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar